Mengenal Kimchi, Makanan Tradisional Khas Korea yang Menyehatkan

Anda yang penggemar Kpop ataupun drama Korea pasti tak asing dengan yang namanya kimchi, kan? Makanan khas Korea Selatan? Nah, bila berkunjung ke Korea, jangan lupa mencicipinya. Pastikan Anda terlindungi dengan asuransi online untuk perjalanan, ya! Sebab, ada banyak hal buruk dan tak terduga yang bisa jadi menimpa Anda.

Dengan adanya asuransi ini, liburan Anda bisa lebih nyaman dan aman. Ngomong-ngomong soal kimchi, rasanya tak lengkap bila Anda mencicipi makanan khas ini namun belum tahu seluk-beluknya. Oleh karena itu, Anda bisa membaca artikel ini untuk mengetahui serba-serbi mengenai kimchi yang ternyata menyehatkan ini!

Sejarah

Dulu, kimchi hanya berbentuk asinan berwarna hijau sebab masyarakat Korea belum mengenal yang namanya cabai. Makanan ini dibuat dari sayuran seperti kubis lalu dicampur dengan garam dan dimasukkan ke dalam guci tanah liat. Sayuran ini akan dipendam ke dalam tanah sebagai persediaan makanan selama musim dingin.

Nah, pada abad ke-16, orang Portugis singgah ke Korea. Mereka mengenalkan cabai kepada orang-orang Korea. Untuk menyempurnakan rasa, orang Korea lalu mencampur asinan sayuran ini dengan cabai. Lebih tepatnya baru dimulai setelah abad ke 19. Sebelum ini, tidak ditemukan kimchi yang dibuat dengan cabai.

Dulunya kimchi diucapkan sebagai chim-chae yang artinya sayuran yang direndam. Makanan ini sekarang terbuat dari sayiran yang digarami, dicuci dan diberi bumbu pedas lalu difermentasikan. Makanan ini umumnya disajikan sebagai salah satu bachan yang paling umum.

Variasi Kimchi

Menurut sejarah yang tercatat di Museum Kimchi Pulmuone yang ada di Seoul, setidaknya ada 187 jenis kimchi. Kimchi itu ada yang dari zaman dulu hingga zaman sekarang. Namun, hanya beberapa variasi kimchi saja yang umum dibuat oleh masyarakat Korea dan dijual kepada wisatawan.

Misalnya saja ggakdugi yang merupakan kimchi dengan bahan utama lobak yang dipotong berbentuk kubus. Ada juga oisobaegi yang merupakan kimchi mentimun. Lalu kkaennip yang merupakan susunan daun perilla yang direndam dengan kecap asin, cabe, bawang putih dan bawang. Terakhir myolchijeot yang menggunakan teri yang diasinkan sebagai bahan utama.

Manfaat Kimchi

Tak banyak yang tahu bahwa makanan khas Korea ini sangat bermanfaat bagi kesehatan. Itu karena kimchi difermentasikan dan mengandung bakteri Lactobasilus mampu membuat asam laktat. Asam laktat dalam kimchi ini ditenggarai lebih tinggi dibanding yang ada di yogurt. Jadi, tentu saja sangat menyehatkan untuk pencernaan.

Untuk berjaga-jaga bila terjadi sesuatu misalnya tak cocok dengan makanan ini, Anda bisa membekali diri dengan asuransi perjalanan. Asuransi online untuk perjalanan ini bisa meng-cover berbagai hal yang menimpa Anda selama liburan. Misalnya sakit dan lainnya. Namun, untuk masalah tak cocok ini biasanya sangat jarang. Malah nyaris tak ada.

Sebab, sekali lagi kimchi itu menyehatkan. Selain mengandung bakteri baik, kimchi ini juga memiliki kadar serat yang tinggi namun rendah kalori. Kimchi juga kaya akan Vitamin A, thiamine, riboflavin, kalsium, dan zat besi. Jadi, tak heran kalau makanan ini disebut-sebut sebagai salah satu dari lima makanan tersehat di dunia oleh Health Magazine.

Nah, sudah terbukti kan bahwa kimchi itu sangat menyehatkan? Jadi, kalau ke Korea, jangan ragu untuk mencicipi makanan khas yang satu ini. Jangan lupa juga melengkapi diri Anda dengan asuransi online untuk perjalanan agar liburan ke Korea Anda makin menyenangkan, aman dan tentunya nyaman. Selamat liburan!
Kastolani
Kastolani

Hai, Perkenalkan saya Ikas, seorang Mahasiswa plus blogger yang ingin selalu berbagi kebermanfaatan melalui postingan, so jangan lewatkan setiap postingan saya ya, thanks

Tidak ada komentar:

Posting Komentar